Program Sarjana

1. Program Studi Kimia

Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003, secara umum penyelenggaraan pendidikan tinggi di Indonesia bertujuan untuk menyiapkan sumber daya manusia yang secara profesional dapat menerapkan dan mengembangkan bidang keahliannya, serta mampu menyebarluaskan dan mengupayakan penggunaan keahlian tersebut untuk peningkatan taraf hidup masyarakat dan kebudayaan nasional. Sesuai rumusan Spesifikasi Program Studi Kimia, penyelenggaraan program pendidikan sarjana kimia FMIPA UGM bertujuan untuk:

    1. Membekali mahasiswa dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan kimia.
    2. Mengembangkan kompetensi mahasiswa dalam penerapan keterampilan kimia.
    3. Mengembangkan daya analisis dan kritis mahasiswa dalam bidang kimia.
    4. Membekali mahasiswa dengan keterampilan untuk mengadaptasi dan menanggapi secara positif 5. terhadap perubahan.
    5. Mengembangkan keterampilan problem-based learning analisis.
    6. Mengembangkan keterampilan interpersonal mahasiswa.
    7. Membekali mahasiswa dengan kemampuan melakukan pembelajaran multidisiplin.
    8. Membantu mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan, baik dalam kerja mandiri maupun kerja 9. kelompok dan kewirausahaan dalam bidang kimia.

2. Kompetensi

Sasaran luaran pembelajaran Program Studi Kimia adalah memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk memiliki kompetensi dalam hal pengetahuan, pemahaman dan keterampilan dalam bidang ilmu kimia, serta kualitas dan atribut lain seperti berikut:

A. Pengetahuan dan pemahaman tentang :

A1 Sains dasar meliputi matematika, fisika, kimia, dan biologi

A2 Aspek umum dari istilah kimia : tatanama, konversi dan satuan-satuan dalam ilmu kimia

A3 Tipe-tipe umum reaksi kimia dan sifat-sifat yang menyertainya

A4 Prinsip dan prosedur yang digunakan dalam analisis kimia serta karakterisasi senyawa-senyawa kimia, termasuk spektroskopi

A5 Sifat perbedaan keadaan materi dan teori-teori yang mendasari

A6 Prinsip termodinamika dan penggunaannya dalam ilmu kimia

A7 Kinetika perubahan kimia termasuk di dalamnya interpretasi mekanisme reaksi kimia dan katalisis

A8 Teknik separasi dan isolasi senyawa kimia

A9 Strategi sintesis senyawa kimia

A10 Hubungan antar individu atom, molekul dan makromolekul terhadap sifatnya

A11 Isu-isu terbaru dalam kemajuan dan penelitian bidang kimia

B. Ketrampilan berpikir intelektual tentang :

B1 Merencanakan dan melaksanakan pekerjaan laboratorium dalam bidang sains dasar meliputi matematika, fisika, kimia, dan biologi

B2 Menggunakan ilmu kimia untuk penyelesaian masalah di alam baik kualitatif maupun kuantitatif

B3 Menganalisis masalah serta merencanakan strategi untuk memecahkan masalah

B4 Menganalisis, interpretasi dan sintesis dari data dan informasi kimia

B5 Menjalankan sistem jaminan kualitas dalam ilmu kimia

B6 Mempresentasikan dan memberikan argumentasi secara jelas dan benar dalam bidang kimia.

C. Ketrampilan praktek tentang :

C1 Menyiapkan, memperlakukan dan mengelola bahan kimia dengan benar dan aman

C2 Melakukan kegiatan dalam bidang kimia : sintesis, analisis sistem anorganik dan organik

C3 Melakukan pengamatan dan pengukuran sifat-sifat kimia

C4 Melakukan interpretasi data hasil pengamatan laboratorium

C5 Mengoperasikan peralatan standar kimia: distilasi, ekstraksi, spektrometri, elektroanalis, dll.

C6 Melakukan penelusuran informasi kimia dengan cepat, akurat dan terkini

C7 Memanfaatkan mesin pengolah data dan teknologi informasi dalam bidang kimia

C8 Menggunakan bahasa lisan dan tertulis baik untuk Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris

C9 Menyajikan laporan dan karya ilmiah secara lisan dan tertulis

D. Kemampuan manajerial tentang :

D1 Berkomunikasi dengan baik secara tertulis dan lisan dalam berbagai forum ilmiah

D2 Disiplin dan mampu bekerjasama dengan tim

D3 Berinteraksi dengan orang lain

D4 Merencanakan dan melaksanakan penelitian

D5 Berorganisasi dengan baik

D6 Kemampuan untuk bersaing secara nasional dan internasional

E. Sikap :

E1 Peka atas perubahan dan masalah alamiah global/regional/lokal serta berusaha untuk menyelesaikan baik secara individual maupun kelompok

E2 Menghargai keorisinalan ide, konsep dan penemuan lainnya (etika umum dan etika profesi)

E3 Menghargai upaya interdisiplin dalam mengeksplorasi, memanfaatkan, dan melestarikan sumber daya alam

E4 Percaya diri atas kemampuan pribadi

3. Kurikulum

Kurikulum program Sarjana Sains dalam ilmu kimia, Jurusan Kimia FMIPA UGM disusun berdasarkan Visi, Misi, Kompetensi Lulusan dan Spesifikasi Program Studi Kimia dengan memperhatikan kedudukan ilmu kimia sebagai bagian dari ilmu pengetahuan alam yang lebih luas. Kurikulum ini juga mempertimbangkan dan keterkaitan antar cabang dalam ilmu kimia, meliputi: kimia fisika, kimia analitik, kimia organik, kimia anorganik dan biokimia, yang disajikan baik dalam matakuliah wajib maupun dalam mata kuilah pilihan.

Secara vertikal, matakuliah kimia fisik dan kimia analitik diberikan bagian awal agar dapat mendasari matakuliah kimia organik dan kimia anorganik yang membutuhkan pendekatan dari kedua bidang itu. Penguatan bidang kimia fisik dan kimia analitik diharapkan akan memperkokoh pilar pemahaman ilmu kimia sebagai modal untuk memasuki bidang-bidang ilmu kimia terapan. Bidang ilmu terapan yang dikembangkan di Jurusan Kimia tercermin dalam kelompok bidang matakuliah pilihan yang dikelola oleh kelompok penelitian yang bersangkutan. Dengan pola ini, lulusan program studi Kimia diharapkan dapat menggunakan pemahaman ilmu kimia untuk bekerjasama dengan berbagai pihak dari berbagai bidang ilmu yang terkait.

A. Beban Studi

Untuk memperoleh derajat Sarjana Sains dalam ilmu kimia, seorang mahasiswa harus menyelesaikan paling sedikit 144 sks mata kuliah/praktikum, yang terdiri atas:

1. mata kuliah wajib, sebanyak 115 sks (79,9%), termasuk tugas akhir, dengan komposisi:

    • Matakuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) = 6 sks (4,2%).
    • Matakuliah Keilmuan dan Ketrampilan (MKK) = 84 sks (58,3%).
    • Matakuliah Keahlian Berkarya (MKB) = 16 sks (11,1%).
    • Matakuliah Perilaku Berkarya (MPB) = 6 sks (4,2%).
    • Matakuliah Berperikehidupan Bermasyarakat (MBB) = 3 sks (2,1%).

2. mata kuliah pilihan, minimal 29 sks (20,1%) dengan perimbangan:

    • Matakuliah pilihan umum, maksimal 20 sks
    • Matakuliah pilihan minat, 10 – 20 sks
    • Matakuliah pilihan transfer antar fakultas, maksimal 10 sks.

Mahasiswa sebaiknya memfokuskan pengambilan matakuliah pilihan minat dalam satu bidang tertentu sesuai dengan topik penelitian yang akan diambil untuk tugas akhirnya. Matakuliah pilihan minat di luar fokus minatnya, bisa diambil sebagai matakuliah pilihan umum. Pengambilan matakuliah pilihan transfer antar fakultas mengikuti aturan yang berlaku di Fakultas/Universitas.

B. Praktikum

Praktikum Kimia Dasar, Praktikum Kimia I, II, dan III  sebagai sebuah rangkaian kerja laboratorium untuk memantapkan ketrampilan mahasiswa. Penjenjangan disiapkan dengan cara semakin ke atas semakin memperbesar bagian kemandirian kerja perorangan mahasiswa, agar mahasiswa siap untuk melakukan penelitian mandiri dalam bentuk penelitian tugas akhir. Dengan demikian, pelaksanaan tugas akhir diharapkan akan menjadi lebih lancar.

C. Tugas Akhir

Tugas akhir terdiri atas Penelitian Tugas Akhir (5 sks), yang hanya diambil 1 kali dalam KRS dan Seminar Tugas Akhir (MKS-4701, 1 sks), yang harus diambil dalam KRS terus sampai dengan ujian tugas akhir. Syarat untuk mengambil Tugas Akhir adalah telah menempuh 120 sks. Tugas Akhir harus ditempuh melalui pola skripsi, meliputi penyusunan proposal dan penelitian eksperimental laboratorium, serta penulisan skripsi sebagai laporan hasil penelitian, di bawah bimbingan 1 atau 2 orang dosen pembimbing skripsi.

Seminar Tugas Akhir meliputi seminar proposal, seminar kemajuan hasil penelitian dan seminar pra-ujian skripsi. Seminar ini diselenggarakan kelompok minat riset tempat penelitian mahasiswa yang bersangkutan. Penilaian Seminar Tugas Akhir dilakukan oleh staf kelompok minat riset tersebut. Ujian skripsi dilaksanakan secara terbuka dan serentak, hanya 1 kali untuk setiap periode wisuda. Jadwal yang berkaitan dengan ujian skripsi diatur lebih lanjut oleh Jurusan Kimia dan diumumkan pada setiap awal tahun ajaran baru.

D. Praktek Kerja Lapangan (PKL)

PKL sebagai matakuliah pilihan bertujuan untuk mengenalkan mahasiswa pada dunia kerja di perusahaan, industri dan lembaga penelitian, menjalin kerjasama dengan industri dan lembaga penelitian, dan meningkatkan penyerapan alumni kimia di sektor industri dan lembaga penelitian. PKL boleh diambil oleh mahasiswa yang telah menempuh lebih dari 100 SKS dengan IPK > 2,00 dan tidak ada nilai E. Pelaksanaan PKL minimal setara dengan 1-2 bulan kegiatan atau 16 x 5 jam x 2 SKS = 160 jam. Prosedur pelaksanaan PKL, pelaporan dan evaluasi akhir diatur lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Jurusan.

E. Kuliah Kerja Nyata

Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah mata kuliah wajib yang hanya boleh diambil oleh mahasiswa yang telah menyelesaikan minimal 110 sks dengan IP  2,00. Bersamaan dengan KKN, mahasiswa diijinkan mengambil satu mata kuliah.

F. Pelatihan Manajemen Laboratorium dan Penelitian

Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan satu topik yang tidak hanya dipelajari tetapi juga harus dipraktekkan oleh setiap mahasiswa yang bekerja di laboratorium. Jurusan menyelenggarakan dua jenis pelatihan Manajemen Laboratorium. Manajemen Laboratorium Tipe A ditujukan kepada seluruh mahasiswa yang akan mulai melakukan praktikum. Untuk itu diberikan pelatihan Manajemen Laboratorium A bagi semua mahasiswa baru sebagai bekal pengetahuan untuk melakukan praktikum di laboratorium di lingkungan UGM. Kegiatan ini wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa baru Jurusan Kimia FMIPA.

Manajemen Laboratorium Tipe B diperuntukan kepada mahasiswa yang akan melakukan Tugas Akhir dan sebagai syarat untuk mendaftar Tugas Akhir. Untuk itu pelatihan Manajemen Laboratorium Tipe B diberikan kepada mahasiswa yang akan mengambil Tugas Akhir/Skripsi. Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan bekal bagi mahasiswa untuk melakukan penelitian dalam rangka penyelesaian skripsi. Lama waktu penyelesaian tugas akhir/skripsi masih menjadi faktor penentu bagi penurunan lama waktu studi mahasiswa.

G. Success Skill (SS)

Program Pelatihan Success Skill diselenggarakan sebagai bagian dari kegiatan orientasi mahasiswa baru. Penyelenggaraan SS bertujuan agar lulusan UGM tidak hanya mampu lulus dengan predikat baik dan cepat tetapi harus mampu bersaing dalam dunia kerja atau menciptakan pekerjaan. Isi dari SS meliputi:

    • paradigma baru ‘menjadi pembelajar sukses’,
    • menjadi pembelajar sukses: kompetensi dan karakter,
    • kejujuran,
    • berbudaya dan peduli,
    • orientasi jangka panjang.

Informasi lebih lanjut mengenai prosedur pendaftaran dan komponen biaya pendidikan, silahkan lihat di website http://um.ugm.ac.id