Departemen Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UGM kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional. Tiga ilmuwan dari departemen ini berhasil masuk dalam daftar prestisius World’s Top 2% Scientist 2025 yang disusun oleh Stanford University dan Elsevier BV. Daftar ini mengakui 2% ilmuwan paling berpengaruh di dunia dalam kategori Single-Year achievement (https://elsevier.digitalcommonsdata.com/datasets/btchxktzyw/8), yang dirilis resmi pada hari Sabtu (20/9/2025).
medianews
Pertemuan Nasional dan Kongres Himpunan Kimia Indonesia (HKI) di Universitas Diponegoro, Semarang hari Rabu, 17 September 2025, mengukuhkan Prof. Dr. rer. nat. Nuryono, M.S., dari Departemen Kimia FMIPA UGM, sebagai Ketua HKI periode 2027-2028. Kemenangan ini diraih setelah melalui tiga putaran pemilihan yang ketat, mencerminkan kepercayaan besar dari komunitas ilmiah terhadap visi kepemimpinan beliau.

Acara pemilihan ketua HKI ini dihadiri oleh 177 peserta yang mewakili 75 instansi, termasuk perguruan tinggi, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Partisipasi yang luas ini menunjukkan vitalnya peran HKI sebagai organisasi profesi yang menjembatani berbagai sektor dalam pengembangan ilmu kimia di Indonesia.
Departemen Kimia Universitas Gadjah Mada (UGM) berpartisipasi aktif dalam Forum Ketua Jurusan Kimia Indonesia (FKJKI), Pertemuan Nasional, dan Kongres Himpunan Kimia Indonesia (HKI) yang berlangsung di Universitas Diponegoro, Semarang pada hari Rabu, 17 September 2025.

Pada kesempatan ini, Departemen Kimia UGM mengirimkan tujuh delegasi, yaitu:
Prof. Dr.rer.nat. Karna Wijaya, M.Eng. (Ketua Divisi Kimia Fisik HKI)
Prof. Dr.rer.nat. Nuryono, M.S. (Ketua Himpunan Kimia Indonesia, Cabang Yogyakarta)
Dosen dan Mahasiswa dari Departemen Kimia berhasil menjalin kerja sama riset dengan PT. Indoraya Internasional untuk mengembangkan produk inovatif berupa krim anti-aging berbahan dasar alami. Riset ini memanfaatkan kombinasi unik antara Red Palm Oil (RPO), Minyak Kenanga, dan Minyak Magot, Rabu (17/9/2025).
Kegiatan ini dipimpin oleh dosen Kimia, Dra. Ani Setyopratiwi, M.Si, dan melibatkan tiga mahasiswi: Nurlita, Ni Putu Elen, dan Diva Fitria A. Mereka secara langsung berdiskusi dengan perwakilan dari PT. Indoraya Internasional, Nasih dan Rafii, di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, untuk membahas kolaborasi riset tersebut.





