Departemen Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UGM kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional. Tiga ilmuwan dari departemen ini berhasil masuk dalam daftar prestisius World’s Top 2% Scientist 2025 yang disusun oleh Stanford University dan Elsevier BV. Daftar ini mengakui 2% ilmuwan paling berpengaruh di dunia dalam kategori Single-Year achievement (https://elsevier.digitalcommonsdata.com/datasets/btchxktzyw/8), yang dirilis resmi pada hari Sabtu (20/9/2025).
Ketiga ilmuwan yang berhasil menembus pemeringkatan ini adalah:
- Prof. Dra. Wega Trisunaryanti, M.S., Ph.D. Eng.
- Prof. Drs. Jumina, Ph.D.
- Prof. Drs. Roto, M.Eng, Ph.D.
Pemeringkatan ini didasarkan pada data sitasi ilmiah yang ketat dari database Scopus hingga akhir 2024, mencakup jumlah publikasi, sitasi, dan pengaruh riset. Pencapaian ini merupakan pengakuan nyata atas kontribusi ilmiah yang konsisten dan berdampak luas dari para peneliti UGM di tingkat global.
Ketua Departemen Kimia, Prof. Dr. rer. nat. Nurul Hidayat Aprilita, M.Si., menyampaikan kebanggaannya. “Ini adalah bukti kontribusi nyata para peneliti Departemen Kimia dalam pengembangan ilmu pengetahuan global, sekaligus menegaskan reputasi UGM sebagai universitas riset terkemuka di Indonesia,” ujar Prof. Nurul.
Prestasi ini memiliki kaitan yang sangat kuat dengan beberapa poin SDGs, menunjukkan bahwa riset ilmiah memiliki peran sentral dalam mencapai tujuan pembangunan global: a. SDG 4: Pendidikan Berkualitas. Masuknya empat ilmuwan ke dalam daftar bergengsi ini mencerminkan kualitas pendidikan dan riset yang luar biasa di UGM. Ini menegaskan komitmen Indonesia untuk menyediakan pendidikan tinggi yang berkualitas dan relevan secara global, sekaligus mempromosikan keunggulan riset. Kontribusi ilmiah dari para profesor ini tidak hanya memperkaya khazanah ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi sumber inspirasi bagi generasi peneliti muda. b. SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Pemeringkatan ini mengakui riset yang inovatif dan memiliki pengaruh besar, yang merupakan pendorong utama inovasi. Penemuan dari para ilmuwan kimia ini, terutama di bidang material dan proses kimia, memiliki potensi besar untuk diimplementasikan dalam industri dan infrastruktur. Dengan demikian, mereka berkontribusi pada penciptaan industri yang lebih berkelanjutan dan efisien. c. SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Daftar World’s Top 2% Scientist merupakan hasil kolaborasi antara institusi akademik terkemuka (Stanford University) dan penerbit ilmiah global (Elsevier BV). Keberhasilan para ilmuwan UGM masuk dalam daftar ini menunjukkan keberhasilan kolaborasi riset internasional, yang merupakan inti dari SDG 17. Pengakuan ini akan membuka lebih banyak pintu kolaborasi lintas negara, memungkinkan transfer pengetahuan, dan mempercepat solusi untuk tantangan global.
Keberhasilan ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika UGM untuk terus berinovasi dan memperkuat kolaborasi, sehingga dapat melahirkan penemuan-penemuan yang bermanfaat dan membawa nama baik Indonesia di kancah dunia.
Penulis : Mokhammad Fajar Pradipta
Editor : Mokhammad Fajar Pradipta



