Yogyakarta (10/9/2026) — Lima mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) menghadirkan inovasi di bidang energi melalui pemanfaatan jerami padi dan limbah grafit sebagai material untuk pengembangan anoda baterai ion-natrium. Kelima mahasiswa tersebut tergabung dalam Tim PKM Riset Eksakta (PKM-RE) Carbonova yang berupaya mengembangkan alternatif material baterai sekaligus memberikan nilai tambah pada limbah yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
Tim Carbonova terdiri atas Gilang Romadhon (Elektronika dan Instrumentasi 2024) sebagai ketua, Zuhrul Anam (Teknik Fisika 2024), Ethan Armana G. (Matematika 2024), Asty Goviana (Kimia 2025), dan Dinaesy Fadillah H. (Antropologi 2025), kelimanya merupakan mahasiswa asli Banyumas yang sedang menempuh pendidikan S1 di Universitas Gadjah Mada (UGM). Tim Carbonova di bawah arahan dosen pendamping dari Departemen Kimia FMIPA UGM, Mokhammad Fajar Pradipta, S.Si., M.Eng.
Penelitian ini mengangkat judul “Rekayasa Struktur Nitrogen Doped Hard Carbon Berbasis Jerami Padi dengan Spacer Limbah Grafit untuk Peningkatan Performa Anoda Baterai Ion Natrium.” Gagasan tersebut berangkat dari banyaknya limbah jerami padi dan limbah grafit di Indonesia yang masih jarang dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan energi baru.
Melalui Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM), Tim Carbonova menjadikan penelitian ini sebagai momentum untuk mengembangkan sekaligus memperbaiki penelitian-penelitian terdahulu yang telah membahas potensi hard carbon sebagai material anoda baterai.
Namun, persoalan yang dibawa Carbonova tidak semata-mata mengenai pengurangan limbah. Tim melihat persoalan yang lebih luas, yakni meningkatnya kebutuhan teknologi penyimpanan energi di tengah penggunaan baterai lithium-ion yang terus berkembang. Kondisi tersebut mendorong kebutuhan untuk mencari material alternatif yang dapat mendukung perkembangan teknologi baterai di masa mendatang.
Ketua Tim Carbonova, Gilang Romadhon, mengatakan bahwa gagasan penelitian ini berangkat dari cara pandang sederhana terhadap limbah.
“Carbonova berangkat dari isu sederhana, bahwa sesuatu yang dianggap limbah sebenarnya masih memiliki potensi untuk menjadi solusi. Melalui penelitian ini, kami mencoba mengubah limbah menjadi material yang bernilai bagi masa depan energi. Carbonova berupaya menciptakan alternatif atas keterbatasan teknologi baterai saat ini dengan menghadirkan material anoda baterai ion-natrium yang tidak hanya inovatif, tetapi juga memanfaatkan sumber daya yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal,” ujarnya, Kamis (3/9).
Dalam pengembangannya, jerami padi dimanfaatkan sebagai bahan dasar untuk menghasilkan material karbon, sementara limbah grafit dimanfaatkan untuk membantu merekayasa struktur material tersebut. Tim kemudian mengembangkan material tersebut melalui serangkaian tahapan penelitian hingga menghasilkan material kandidat anoda baterai ion-natrium yang selanjutnya diuji karakteristik dan respons elektrokimianya.
Hasil pengujian awal menunjukkan bahwa material yang dikembangkan mampu memberikan respons elektrokimia dan menghasilkan kapasitas penyimpanan muatan pada pengujian awal. Temuan ini menjadi hasil pendahuluan (preliminary result) bagi Tim Carbonova untuk terus melakukan optimasi terhadap material dan sistem baterai yang dikembangkan.
Bagi Carbonova, penelitian ini bukan hanya tentang membuat baterai dari limbah. Lebih jauh, penelitian ini menjadi upaya untuk menunjukkan bahwa limbah pertanian dan limbah teknologi masih memiliki peluang untuk diberi kehidupan kedua. Jerami padi yang selama ini dipandang sebagai sisa pertanian dan grafit yang berasal dari limbah baterai coba dipertemukan menjadi bagian dari upaya pengembangan teknologi penyimpanan energi alternatif.
Melalui penelitian tersebut, Tim Carbonova berharap inovasi yang dikembangkan dapat menjadi salah satu langkah kecil dalam mendorong pemanfaatan limbah sekaligus membuka peluang pengembangan material anoda baterai ion-natrium berbasis sumber daya yang lebih mudah ditemukan di Indonesia.
Inovasi yang dikembangkan oleh Tim Carbonova melalui pemanfaatan limbah untuk energi alternatif ini selaras langsung dengan beberapa pilar tujuan global pembangunan berkelanjutan, antara lain: SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau): Mendukung transisi energi dan pengembangan teknologi penyimpanan energi alternatif (baterai ion-natrium) yang lebih mandiri dan berkelanjutan untuk masa depan; SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur): Mendorong riset ilmiah, rekayasa material tingkat lanjut, serta peningkatan kapasitas inovasi teknologi di sektor industri dalam negeri; dan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab): Menerapkan prinsip ekonomi sirkular (circular economy) dengan mengolah limbah pertanian (jerami padi) dan limbah teknologi/grafit menjadi produk bernilai guna tinggi yang ramah lingkungan.
Penulis: Gilang Romadon
Editor: Mokhammad Fajar Pradipta
Foto: Mohammad Ghiyast




