Kelimpahan limbah cangkang telur yang kerap dianggap sampah tak bernilai kini disulap menjadi produk terapan berdaya guna tinggi. Berangkat dari persoalan lingkungan sehari-hari, tim Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) UGM memanfaatkan teknologi kimia terapan untuk mengolah limbah rumah tangga tersebut menjadi pupuk nanoemulsi kalsium bagi warga Kalurahan Banyuraden, Gamping, Sleman.
Secara kimiawi, cangkang telur memiliki kandungan kalsium yang amat berlimpah. Potensi senyawa mineral ini ditangkap oleh tim PKM-PM UGM di bawah bimbingan dosen Departemen Kimia FMIPA UGM, Drs. Iqmal Tahir, M.Si. Dalam program bertajuk SALUR tersebut, prinsip-prinsip kimia terapan diimplementasikan langsung untuk mengoptimalkan potensi limbah lokal.
Peran sentral ilmu kimia tercermin dari kontribusi dua mahasiswa Program Studi Kimia FMIPA UGM, Nailah Nadia Alifah dan Josephine Claudia Krisnandita. Keduanya memimpin sosialisasi serta pemberian materi teknis mengenai ekstraksi kalsium cangkang telur hingga proses formulasi menjadi sistem pupuk berbasis nanoemulsi. Melalui pendekatan nanoemulsi ini, ukuran partikel kalsium diperkecil hingga skala nanometer sehingga penyerapan nutrisi oleh tanaman menjadi jauh lebih efektif dan optimal.
Program ini digerakkan secara kolaboratif oleh mahasiswa lintas disiplin yang diketuai oleh Muhammad Rosyiid Khoiruddin (Elektronika dan Instrumentasi FMIPA), serta didukung Muhammad Fathin (Teknik Kimia) yang menyampaikan pemahaman nilai tambah limbah, dan Himmatul Aliyah Khusniati (Fakultas Pertanian) yang memberikan pendampingan langsung aplikasi pupuk pada tanaman ibu-ibu PKK Banyuraden.
Aksi nyata ini membuktikan bahwa riset dan teori kimia tidak sekadar berhenti di laboratorium atau ruang kuliah, melainkan hadir langsung di tengah masyarakat sebagai jawaban atas permasalahan lingkungan.
Inovasi pengolahan limbah cangkang telur oleh mahasiswa dan dosen Kimia UGM ini mendukung pencapaian beberapa poin Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain: SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Penerapan teknologi kimia terapan ini berhasil mereduksi limbah organik rumah tangga (cangkang telur) dan menyulapnya menjadi produk bernilai tambah tinggi melalui prinsip ekonomi sirkular; SDG 15: Ekosistem Daratan. Penggunaan pupuk organik berbasis nanoemulsi kalsium membantu meningkatkan kesuburan tanah dan mengoptimalkan pertumbuhan tanaman secara ramah lingkungan tanpa merusak ekosistem daratan; SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Program ini mendemonstrasikan sinergi lintas disiplin ilmu—meliputi ilmu kimia, pertanian, dan teknik—yang berkolaborasi aktif dengan kelompok masyarakat lokal (PKK Banyuraden) untuk menciptakan ketahanan lingkungan yang berkelanjutan.
Penulis : Iqmal Tahir
Editor : Mokhammad Fajar Pradipta
Foto : Muhammad Fathin


