Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Laboratorium Kimia Fisika (Tim PkM Lab KF), Departemen Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada (FMIPA UGM) melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat di Kabupaten Banyuwangi pada 15–16 Agustus 2026. Kegiatan ini menyasar SMK 1 Muhammadiyah Genteng dengan fokus pada edukasi pengolahan daun nilam menjadi minyak atsiri bernilai ekonomi tinggi.
Kegiatan ini merupakan implementasi dari program Hibah Pengabdian Kepada Masyarakat Pemandatan Laboratorium Departemen Kimia FMIPA UGM Tahun Anggaran 2026, dengan mengusung tema “Prospek Industri Minyak Atsiri Berbasis Nilam Sebagai Penggerak Ekonomi Lokal Di Banyuwangi”.
Program ini diketuai oleh Drs. Iqmal Tahir, M.Si. dan memberikan penjelasan mengenai pengolahan daun nilam dan teknologi penyulingan (distilasi). Beliau menekankan bahwa pengembangan komoditas nilam tidak boleh berhenti pada tahap produksi daun mentah saja.
“Pengembangan nilam perlu diarahkan melalui proses hilirisasi menjadi minyak nilam dan berbagai produk turunannya. Pemahaman mengenai kewirausahaan dan bisnis juga menjadi faktor krusial agar teknologi ini dapat berkembang menjadi kegiatan ekonomi yang berkelanjutan,” tegas Iqmal Tahir.
Edukasi di SMK 1 Muhammadiyah Genteng diarahkan agar generasi muda mulai melirik potensi inovasi komoditas lokal dan termotivasi menjadi wirausahawan muda di bidang agroindustri atsiri.
Sinergi Akademisi, Kewirausahaan, dan Jejaring Alumni Selain edukasi teknologi ekstraksi, peserta juga dibekali dengan wawasan wirausaha. Ketua Pelaksana Kegiatan, Drs. Iqmal Tahir, M.Si., memberikan materi mengenai potensi ekonomi minyak nilam, pengembangan produk, hingga peluang pasar yang luas. Pendekatan terintegrasi ini ditujukan agar kelompok tani mampu mengelola bisnis secara produktif.
Pelaksanaan kegiatan ini tidak lepas dari sinergi kuat antara kampus dan masyarakat yang dijembatani oleh peran alumni. Rekomendasi dan dukungan dari drg. Dodik, anggota Kagama Banyuwangi, terbukti efektif dalam membuka akses jejaring antara Laboratorium Kimia Fisika UGM dengan pemangku kepentingan di Kabupaten Banyuwangi.
Drs. Iqmal Tahir, M.Si., menekankan pentingnya mengubah pola pikir masyarakat dalam memandang minyak nilam bukan sekadar hasil penyulingan, melainkan komoditas bernilai ekonomi tinggi dengan pangsa pasar luas. Melalui integrasi teknologi dan manajemen bisnis, UGM berkomitmen mendukung ketahanan ekonomi lokal di Banyuwangi melalui pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan.
Program pemberdayaan dan hilirisasi nilam di Banyuwangi ini merupakan komitmen nyata UGM dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), antara lain: SDG 1: Tanpa Kemiskinan (No Poverty) — Membuka peluang peningkatan pendapatan petani melalui penciptaan nilai tambah (hilirisasi) produk pertanian, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Decent Work and Economic Growth) — Mengembangkan kewirausahaan, memberdayakan masyarakat lokal, dan menciptakan ekosistem bisnis agroindustri yang menggerakkan ekonomi daerah, dan SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab (Responsible Consumption and Production) — Mengedukasi penggunaan teknologi ekstraksi yang tepat guna serta mendorong praktik produksi minyak atsiri yang berkelanjutan.
Penulis : Mokhammad Fajar Pradipta
Editor : Mokhammad Fajar Pradipta
Foto : Aldino Javier Saviola





