Departemen Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menyelenggarakan forum ilmiah internasional melalui program EQUITY Visiting Top Professors 2025/2026 dalam rangkaian Chemistry Advanced Studies Exploration (CASE) #4 dengan menghadirkan Prof. Dr. Qin Li dari Griffith University, Australia, yang menyampaikan kuliah ilmiah bertajuk “Carbon Dots: Catalyzing the Future of Green Quantum Materials.”
Kegiatan telah berlangsung pada Jumat, 24 Juli 2026, di Multimedia Room, Departemen Kimia FMIPA UGM ini dimoderatori oleh Feni Risma Mei Diana, S.Si., M.Sc. dari Departemen Kimia FMIPA UGM. Seminar diikuti oleh peneliti, dosen, mahasiswa pascasarjana, mahasiswa sarjana dari berbagai institusi, serta mahasiswa Program Magister dan Doktor Kimia UGM.
Dalam pemaparannya, Prof. Qin Li membahas perkembangan terkini mengenai carbon dots, nanomaterial berbasis karbon yang memiliki karakteristik optik yang unggul, biokompatibilitas tinggi, serta metode sintesis yang lebih ramah lingkungan dibandingkan material kuantum konvensional. Carbon dots semakin banyak dikembangkan sebagai material fungsional untuk berbagai aplikasi, seperti bioimaging, sensor, fotokatalisis, hingga konversi dan penyimpanan energi. Melalui penelitian yang terus berkembang, carbon dots dinilai memiliki potensi besar dalam mendorong lahirnya green quantum materials yang mampu mendukung kemajuan teknologi sekaligus menjawab tantangan keberlanjutan.
Diskusi yang berlangsung interaktif memberikan kesempatan kepada peserta untuk mendalami berbagai aspek sintesis, karakterisasi, dan pemanfaatan carbon dots dalam pengembangan material maju. Selain memperkaya wawasan ilmiah, seminar ini juga membuka peluang kolaborasi riset internasional antara sivitas akademika UGM dengan peneliti dari Griffith University, khususnya di bidang nanomaterial dan kimia berkelanjutan. Seminar ini merupakan bagian dari komitmen Departemen Kimia FMIPA UGM dalam memperkuat kolaborasi akademik internasional serta menghadirkan forum ilmiah yang mendorong pertukaran pengetahuan di bidang kimia dan material maju.
Pelaksanaan program EQUITY Visiting Top Professors 2025/2026 dalam rangkaian Chemistry Advanced Studies Exploration (CASE) #4 ini merupakan wujud nyata komitmen institusi akademik dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals / SDGs), khususnya pada aspek: SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education): Kegiatan ini menyediakan akses pendidikan tinggi berstandar global bagi mahasiswa, dosen, dan peneliti dari berbagai institusi. Kehadiran pakar dunia memfasilitasi pertukaran pengetahuan (knowledge sharing) mutakhir mengenai nanomaterial mutakhir, yang secara langsung mendukung peningkatkan kapasitas akademik dan mutu riset di perguruan tinggi, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur (Industry, Innovation, and Infrastructure): Pemfokusan riset pada material fungsional seperti carbon dots yang unggul secara optik dan biokompatibel memacu lahirnya inovasi teknologi maju. Riset ini berpotensi diterapkan pada industri masa depan, seperti pengembangan sensor efisien, aplikasi bioimaging medis, serta teknologi konversi dan penyimpanan energi bernilai tambah tinggi, SDG 7: Energi Bersih dan Terjangkau (Affordable and Clean Energy): Carbon dots memiliki peran penting dalam riset energi terbarukan—misalnya sebagai bahan fotokatalis untuk memproduksi hidrogen hijau atau meningkatkan efisiensi sel surya. Pengembangan material ramah lingkungan ini mendukung transisi menuju sumber daya dan sistem penyimpanan energi yang lebih bersih serta berkelanjutan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab (Responsible Consumption and Production): Dibandingkan material kuantum konvensional yang kerap menggunakan logam berat beracun (seperti kadmium), carbon dots menawarkan opsi material berbasis karbon yang beracun rendah, biokompatibel, serta disintesis dengan pendekatan kimia hijau (green chemistry). Hal ini sejalan dengan upaya menekan dampak lingkungan dan limbah berbahaya dari proses manufaktur teknologi canggih, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals): Forum ini membuka peluang jaringan riset lintas negara (cross-border research collaboration) di bidang sains dan teknologi maju. Kemitraan riset global ini sangat vital untuk mempercepat transfer teknologi, berbagi sumber daya ilmiah, dan menyelesaikan tantangan global bersama melalui pendekatan berbasis sains.
Penulis : Anis Khotimah
Editor : Mokhammad Fajar Pradipta
Foto : Andrew Avrillostya







