Pusat Riset Kolaboratif (PKR) Biofuel Nyamplung yang merupakan kemitraan strategis antara Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sukses menyelenggarakan Webinar Nasional Mahasiswa pada Selasa (21/7/2026). Mengusung tema “Krisis Energi Global: Peluang Biofuel Indonesia dan Potensi Nyamplung sebagai Feedstock Masa Depan”, kegiatan ini digelar secara daring melalui platform Zoom dan diikuti oleh 97 peserta dari berbagai kalangan.
Webinar ini dipimpin langsung oleh Prof. Dra. Wega Trisunaryanti, M.S., Ph.D.Eng., selaku ketua pelaksana. Dalam pelaksanaannya, kegiatan menghadirkan dua narasumber ahli di bidangnya, yaitu Prof. Ir. Sarjiyo, S.T., M.T., Ph.D., IPU (dosen Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi FT UGM sekaligus peneliti di Pusat Studi Energi UGM) dan Prof. Dr. Ir. Budi Leksono, MP (periset dari BRIN).
Dalam pemaparannya, ditekankan bahwa biofuel—bahan bakar cair atau gas yang bersumber dari biomassa—menjadi salah satu solusi krusial dalam menghadapi krisis energi global karena menghasilkan jejak karbon yang lebih rendah dibanding bahan bakar fosil. Melalui skema Pusat Kolaborasi Riset (PKR) BRIN, kemitraan UGM dan BRIN disatukan untuk mensinergikan riset biorefinery nasional, meningkatkan efisiensi anggaran, serta mempercepat hilirisasi riset hingga skala industri.
Di tengah berbagai pilihan bahan baku (feedstock) seperti tanaman pangan, PKR Biofuel secara khusus memfokuskan risetnya pada tanaman nyamplung (Calophyllum inophyllum). Terdapat beberapa keunggulan strategis mengapa nyamplung dipilih sebagai fokus utama alternatif selain kelapa sawit:
- Bukan Tanaman Pangan: Minyak nyamplung tidak bersaing dengan rantai pasok pangan, sehingga keamanan pangan nasional tetap terjaga.
- Potensi Energi Tinggi: Biji nyamplung memiliki rendemen minyak yang sangat tinggi, yakni mencapai 50 hingga 70 persen.
- Produk Turunan Bernilai Ekonomi: Selain diolah menjadi biodiesel, hasil riset kolaboratif UGM dan BRIN menunjukkan bahwa minyak nyamplung potensial dikembangkan menjadi produk bernilai tinggi lainnya, seperti bahan baku skincare.
Pelaksanaan riset dan diseminasi melalui webinar nasional ini merupakan wujud nyata dukungan nyata terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain: SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau): Mendorong pengembangan dan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) melalui inovasi biofuel berbasis nabati yang ramah lingkungan, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur): Memperkuat sinergi riset nasional melalui kolaborasi strategis lintas lembaga (UGM dan BRIN) guna mempercepat hilirisasi teknologi, dan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim): Mengurangi emisi gas rumah kaca lewat transisi penggunaan bahan bakar fosil menuju energi hijau yang rendah karbon.
Penulis : Mokhammad Fajar Pradipta
Editor : Mokhammad Fajar Pradipta
Foto : Rian Kurniawan




