Tiga akademisi dari Departemen Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM), yaitu Prof. Dr. Harno Dwi Pranowo, M.Si., Prof. Dra. Tutik Dwi Wahyuningsih, M.Si., Ph.D., dan Prof. Dr. rer. nat. Nurul Hidayat Aprilita, M.Si., resmi menerbitkan buku terbaru berjudul “Harmoni Kimia dalam Menciptakan Keindahan” pada Juli 2026. Buku setebal 164 halaman ini diterbitkan oleh Penerbit Deepublish.
Karya interdisipliner ini mendobrak stigma kaku ilmu kimia dengan menghadirkan sains dari sudut pandang estetika, seni, dan kearifan lokal Nusantara. Dalam buku ini, ketiga penulis menguraikan bagaimana interaksi molekuler dan reaksi kimia bekerja secara sistematis di balik pembentukan warisan budaya—seperti batik, tenun, keris, dan gamelan—hingga proses alamiah pada gunung berapi, kuliner tradisional, dan ramuan herbal.
Dekan FMIPA UGM, Prof. Dr.Eng. Kuwat Triyana, M.Si., menyambut baik terbitnya buku ini. Menurutnya, buku ini memiliki nilai strategis dalam mendorong perkembangan ilmu kimia yang lebih kontekstual, humanis, dan bermanfaat luas bagi masyarakat. Hal senada disampaikan Prof. Adi Darmawan, Ph.D. (Dosen Kimia, Universitas Diponegoro), yang menyebut karya ini sebagai jembatan penting dalam meningkatkan literasi sains masyarakat melalui pendekatan kultural dan pengalaman estetika.
Selain memperkaya khazanah literatur sains, penulisan buku ini secara langsung mendukung beberapa poin Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), antara lain: SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education). Buku ini menghadirkan inovasi pembelajaran kimia berbasis etnokesenian dan etnokimia (ethnochemistry). Pendekatan ini mempermudah pemahaman konsep-konsep sains yang kompleks melalui realitas kehidupan sehari-hari dan warisan budaya. SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan (Sustainable Cities and Communities). Pembahasan mengenai konservasi material warisan budaya (seperti perawatan keris, batu candi, dan pengawetan kayu rumah adat) memberikan landasan ilmiah dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya serta alam Nusantara, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab (Responsible Consumption and Production). Buku ini menyoroti pemanfaatan bahan-bahan alam berkelanjutan, seperti pewarna alami pada batik dan tenun, penggunaan minyak alami untuk pelindung material, serta penggunaan obat-obatan herbal tradisional, dan SDG 15: Ekosistem Darat (Life on Land). Penulis menekankan pentingnya kearifan lokal masyarakat adat (seperti leuit Suku Badui dan penggunaan serat ijuk/rumbia) dalam mengelola material alam secara harmonis tanpa merusak ekosistem.
Melalui terbitnya buku “Harmoni Kimia dalam Menciptakan Keindahan”, para penulis berharap masyarakat luas maupun akademisi dapat melihat ilmu kimia bukan sekadar sains laboratorium, melainkan bagian integral dari upaya merawat budaya dan menjaga keseimbangan alam.
Penulis : Mokhammad Fajar Pradipta
Editor : Mokhammad Fajar Pradipta







