Sekelompok mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil mengimplementasikan program pengabdian masyarakat bertajuk SOBAT EMPON, yang bertujuan memberdayakan masyarakat Dusun Ngalian, Sleman, melalui inovasi pengolahan hasil panen empon-empon lokal. Inovasi ini mengubah rimpang seperti jahe, kunyit, dan temulawak yang sebelumnya hanya untuk konsumsi pribadi, menjadi produk bernilai ekonomi tinggi berupa puding instan dan permen jeli yang menyehatkan.
Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) merupakan hasil kolaborasi tim lintas disiplin yang dipimpin oleh Oxana F. M. Simatupang bersama anggota Melati Putri Ramadhani, Diah Nasywa Wijaya, dan Syntia Elsa Manora Simarmata, keempatnya dari Kimia, FMIPA serta Gadiza Larasayu Ginantika dari Fakultas Biologi UGM dengan dosen Pendamping Mokhammad Fajar Pradipta, S.Si., M.Eng. ini bekerja sama dengan PKK Lestari di Dusun Ngalian. Melalui serangkaian pelatihan, ibu-ibu PKK kini terampil mengolah empon-empon dengan teknik yang higienis dan efisien, serta didampingi dalam manajemen produksi dan strategi pemasaran digital.
Pelaksanaan program dimulai dengan kegiatan sosialisasi yang bertujuan untuk memperkenalkan visi, misi, dan tujuan dari SOBAT EMPON serta menggugah kesadaran masyarakat akan pentingnya inovasi dalam mengelola potensi hasil alam khususnya empon-empon. Kegiatan ini menjadi ruang dialog terbuka antara mahasiswa dan warga untuk saling bertukar ide, mendengarkan kebutuhan masyarakat, dan merumuskan langkah-langkah kerja yang sesuai dengan kondisi setempat.
Selanjutnya, tim PKM-PM Sobat Empon UGM mengadakan serangkaian pelatihan pengolahan empon-empon menjadi produk pangan. Melalui kegiatan ini, masyarakat diajarkan bagaimana cara mengolah empon-empon menjadi bahan dasar puding instan dan permen jeli yang memiliki cita rasa khas sekaligus menyehatkan. Mahasiswa memperkenalkan teknik pengolahan yang higienis, efisien, serta sesuai dengan standar keamanan pangan. Selain itu, dilakukan pula pendampingan dalam hal produksi dan manajemen pemasaran, mencakup pengemasan serta strategi promosi digital agar produk dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
Tidak berhenti di tahap produksi, program PKM-PM Sobat Empon juga menaruh perhatian pada aspek keberlanjutan kegiatan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah revitalisasi Kampung Empon-Empon, yang sebelumnya kurang terurus. Revitalisasi ini bertujuan menjadikan kampung tersebut sebagai sentra edukasi dan produksi empon-empon di wilayah Dusun Ngalian. Melalui kegiatan gotong royong, mahasiswa tim PKM-PM SOBAT EMPON bersama warga menata ulang area tanam, memperbaiki fasilitas yang ada, dan menanam kembali berbagai jenis empon-empon seperti jahe, kunyit, laos, dan temulawak.
Puncak kegiatan ini ditandai dengan penyerahan Buku Pedoman Mitra kepada Ibu Titik, Ketua PKK Lestari, pada hari Kamis, 16 Oktober 2025. Buku pedoman ini berfungsi sebagai panduan standar operasional untuk memastikan keberlanjutan produksi dan kualitas produk olahan empon-empon di masa depan.
Ketua tim menyatakan bahwa program ini bukan hanya transfer ilmu, tetapi upaya menjadikan masyarakat sebagai subjek utama pembangunan, terbukti dengan revitalisasi Kampung Empon-Empon sebagai sentra edukasi dan produksi lokal.
Penerapan program pengabdian ini secara langsung mendukung beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs):
1. SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi
- Program ini menciptakan produk baru yang memiliki nilai jual, sehingga meningkatkan keterampilan dan pendapatan ibu-ibu PKK serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang inklusif di tingkat desa.
2. SDG 5: Kesetaraan Gender
- Fokus pada pemberdayaan Ibu-ibu PKK Lestari secara langsung meningkatkan kapasitas dan rasa percaya diri perempuan dalam peran mereka sebagai pelaku usaha rumah tangga, mendukung kesetaraan ekonomi di desa.
3. SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab
- Program ini memanfaatkan potensi alam lokal yang melimpah secara optimal, mempromosikan pola konsumsi yang sehat (produk berbahan herbal/empon-empon) dan produksi yang berkelanjutan.
Lebih dari sekadar kegiatan akademik, SOBAT EMPON menjadi manifestasi semangat tridharma perguruan tinggi yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang dihidupkan melalui aksi konkret dan kolaboratif. Inovasi yang lahir dari pemikiran mahasiswa Universitas Gadjah Mada ini menunjukkan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari ide sederhana yang berpihak pada masyarakat.
Kini, Dusun Ngalian mulai dikenal sebagai kampung yang berdaya, dengan masyarakat yang kreatif dan produktif mengolah kekayaan alamnya sendiri. Empon-empon yang dahulu hanya menjadi hasil panen biasa, kini menjelma menjadi simbol kebangkitan ekonomi dan kemandirian desa. Melalui SOBAT EMPON, mahasiswa UGM dan masyarakat Dusun Ngalian membuktikan bahwa ketika ilmu pengetahuan bertemu dengan kearifan lokal, lahirlah inovasi yang tidak hanya menghidupkan potensi desa, tetapi juga menumbuhkan harapan baru bagi masa depan yang lebih berdaya dan berkelanjutan.
Penulis : Melati Putri Ramadhani
Editor : Mokhammad Fajar Pradipta
Fotografer : Gadiza Larasayu Ginantika




