Departemen Kimia FMIPA Universitas Gadjah Mada (UGM) dipercaya menjadi host penyelenggaraan PARE Spring School 2026 yang berlangsung pada 6-17 Februari 2026. Kegiatan internasional ini dimotori oleh konsorsium delapan perguruan tinggi terkemuka dari tiga negara, yaitu Jepang (Hokkaido University), Thailand (Kasetsart University, Thammasat University, Mahidol University, Chulalongkorn University), dan Indonesia (UGM, ITB, dan IPB).
Ketua Panitia PARE (Populations-Activities-Resources-Environments) Spring School 2026, Prof. Suherman, Ph.D., menyampaikan dalam rilis resminya bahwa kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid. Sebanyak 20 peserta hadir secara offline di FMIPA UGM, mereka berasal dari beberapa utusan perguruan tinggi (UGM, IPB dan ITB) serta dari luar yaitu Hokkaido University-Jepang, Kasetsart University dan Thammasat University dari Thailand. Sementara 110 peserta lainnya mengikuti secara daring dengan 40 di antaranya merupakan mahasiswa asing yang berasal dari 20 negara (Pakistan, Bangladesh, Palestina, Thailand, Malaysia, Vietnam, Jepang, China, Tajikistan, Sudan, Chad, Nigeria, Srilangka, India, Rwanda, Ghana, Zambia, Tanzania, Mesir dan Amerika), serta 70 mahasiswa Indonesia dari berbagai kampus baik Indonesia maupun yang sedang studi di kampus luar negeri.
Rangkaian acara terdiri dari 13 sesi kuliah yang diampu oleh 10 profesor asing dan 3 profesor dari Indonesia. Selain sesi kelas, peserta diajak melakukan aktivitas lapangan berupa pengambilan sampel di Sungai Code dan kunjungan studi ke Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Sewon, Bantul. Aktivitas ini dipandu langsung oleh tenaga ahli dan peneliti dari dalam maupun luar negeri.
Tema yang diangkat, yaitu “Human activities impact to the environment and agriculture”, dianggap sangat krusial di tengah persoalan lingkungan global saat ini. Prof. Suherman berharap jangkauan luas peserta daring dan luring ini dapat mempercepat diseminasi solusi atas dampak aktivitas manusia terhadap alam, dan telah terbukti dengan jumlah peserta yang melewati angka 100.
Senada dengan hal tersebut, Prof. Roto, mewakili Dekanat FMIPA UGM, menekankan bahwa PARE Spring School bukan sekadar ajang akademik, melainkan wahana komunikasi budaya dan pertukaran pola pikir internasional bagi para calon pemimpin masa depan. Sebagai tindak lanjut, PARE Spring School 2027 direncanakan akan diselenggarakan di Mahidol University, Thailand.
Penyelenggaraan PARE Spring School 2026 di Departemen Kimia UGM ini selaras dengan upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), antara lain: SDG 4 (Pendidikan Berkualitas): Menyediakan akses pendidikan tingkat tinggi dan pelatihan lintas negara melalui kolaborasi dosen serta pakar internasional (13 Profesor tamu), SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak): Memberikan pemahaman praktis melalui studi lapangan di Sungai Code dan IPAL Sewon terkait pengelolaan sumber daya air dan pengolahan limbah, SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim): Mengkaji dampak aktivitas manusia terhadap lingkungan dan mitigasi kerusakan ekosistem yang berpengaruh pada perubahan iklim global, SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan): Mengimplementasikan kemitraan global yang kuat antara 8 universitas di Indonesia, Jepang, dan Thailand untuk memecahkan masalah lingkungan secara kolektif.



