Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM-PI) dari Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil mengaplikasikan inovasi teknologi tepat guna berupa Inkubator Komunal Berbasis Internet of Things (IoT) di sektor peternakan Magelang. Alat canggih yang diberi nama Thermosheep ini ditujukan untuk mengatasi masalah tingginya angka kematian anak domba yang lahir prematur atau ditolak induknya. Alat Thermosheep beserta Buku Pedomannya diserahterimakan pada tanggal 11 Oktober 2025.
Inovasi ini adalah hasil kolaborasi tim lintas disiplin yang dipimpin oleh Chintia Amalia (Departemen Kimia, FMIPA) bersama anggota Sri Jayanti (Kedokteran Hewan), Ni Ajeng Sekar Arum (Peternakan), Arthur Isa Nararia (Elektronika dan Instrumentasi), serta Nurhidayat Amarudin (Teknik Mesin), . Mereka bermitra dengan CV Cipta Visi Group, peternakan domba milik Ryandara Syahdan Mahmuddin di Magelang dengan dosen Pendamping Mokhammad Fajar Pradipta, S.Si., M.Eng.
Permasalahan utama mitra adalah tingginya tingkat mortalitas anak domba yang lahir prematur atau yatim. Anak domba dalam kondisi ini sangat rentan terhadap hipotermia dan tidak mendapatkan kolostrum yang cukup, yang tercatat menyebabkan 4 ekor anak domba mati pada September 2025 di peternakan tersebut.
“Kami memerlukan alat yang mampu mendukung tersedianya lingkungan yang optimal anak domba tanpa membebankan para pekerja dalam merawatnya,” ujar Ryandara Syah Mahmuddin.
Menjawab tantangan tersebut, tim PKM-PI UGM merancang inkubator yang mampu menampung satu hingga empat ekor anak domba sekaligus, sesuai dengan sifat komunal domba. Inkubator ini dilengkapi dengan:
- Pengaturan Lingkungan Otomatis: Menggunakan heater dan humidifier yang dikontrol melalui sistem IoT untuk menjaga suhu dan kelembaban optimal.
- Ad Libitum Feeding: Empat holder susu otomatis memungkinkan anak domba minum sesuai kebutuhan alami mereka tanpa pengawasan pekerja setiap 2-3 jam.
- Kontrol Jarak Jauh: Sistem IoT memungkinkan peternak memantau dan menyesuaikan kondisi inkubator langsung dari smartphone, meningkatkan efisiensi waktu pekerja secara drastis.
Penerapan inovasi Thermosheep ini secara langsung mendukung beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs):
- SDG 2 (Zero Hunger): Menekan angka kematian anak domba meningkatkan populasi ternak, yang berkontribusi pada ketahanan pangan dan peningkatan produksi hewani yang berkelanjutan.
- SDG 8 (Decent Work and Economic Growth): Pemanfaatan teknologi IoT meningkatkan efisiensi kerja peternak dan mengurangi kerugian akibat kematian ternak, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi mitra.
- SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure): Merupakan aplikasi nyata IPTEK dan inovasi (IoT dan smart incubator) di sektor peternakan, yang mendukung modernisasi industri.
Saat ini, alat tersebut telah ditempatkan di kandang mitra dan tengah memasuki tahap uji coba, diharapkan mampu menekan angka kematian dan menjadi model replikasi teknologi peternakan modern di Indonesia.
Penulis : Chintia Amalia
Editor : Mokhammad Fajar Pradipta
Fotografer : Sri Jayanti




