Tim Pengabdian kepada Masyarakat Teknologi Tepat Guna (TTG) dari Universitas Gadjah Mada (UGM) hari minggu, 28 September 2025 secara resmi menyerahkan Alat Penepung Maggot Kering kepada Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Mangesti Sejahtera di Desa Gentan, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Inovasi teknologi ini bertujuan meningkatkan nilai ekonomi maggot Black Soldier Fly (BSF) yang diolah dari sampah organik.
Penyerahan alat ini dipimpin oleh Ketua Tim TTG UGM, Dr. Sc. Aulia Sukma Hutama, S.Si, M.Si., dan diterima langsung oleh perwakilan Bumdes Mangesti Sejahtera, Andi. Alat penepung ini akan mengubah maggot kering, yang sebelumnya telah dibudidayakan menggunakan limbah organik desa, menjadi tepung maggot, sebuah bahan baku pakan ikan dan unggas bernilai protein tinggi.
“Alat ini adalah kunci untuk menciptakan produk akhir yang memiliki umur simpan lebih lama dan nilai jual yang jauh lebih tinggi. Kami berharap teknologi ini dapat menjadi modal Bumdes untuk menggerakkan roda ekonomi desa secara mandiri dan berkelanjutan,” ujar Aulia Sukma Hutama dalam sambutannya.
Program transfer teknologi ini memiliki dampak langsung dan kuat terhadap pencapaian beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs): a. SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Dengan mengubah maggot menjadi tepung, Bumdes Mangesti Sejahtera kini memiliki produk unggulan yang siap dipasarkan ke sektor peternakan dan perikanan. Hal ini menciptakan peluang usaha baru, meningkatkan pendapatan masyarakat desa, dan memperkuat pertumbuhan ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan. b. SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Budidaya maggot menggunakan limbah organik sebagai pakan adalah model ekonomi sirkular yang sempurna. Kegiatan ini mengurangi volume sampah di desa, mengurangi emisi gas rumah kaca, dan mempromosikan pola produksi dan konsumsi yang bertanggung jawab dengan mengubah limbah menjadi sumber daya bernilai tinggi. c SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Penyerahan teknologi tepat guna berupa alat penepung maggot kering merupakan bentuk nyata dari transfer inovasi. Alat ini meningkatkan kapabilitas infrastruktur pengolahan desa dan mendorong industrialisasi lokal berbasis inovasi, yang esensial untuk pembangunan jangka panjang. d. SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Kegiatan ini menegaskan kemitraan yang produktif antara dunia akademik (UGM) dan komunitas lokal (Bumdes), menunjukkan bagaimana kolaborasi riset dan pengabdian dapat menghasilkan solusi praktis yang bermanfaat bagi pembangunan desa.
Perwakilan Bumdes, Andi, menyambut baik bantuan ini, menyatakan bahwa alat penepung tersebut akan mengatasi kendala utama dalam hilirisasi produk maggot. “Dengan adanya alat ini, kami optimistis dapat memproduksi pakan berkualitas secara massal dan mengurangi biaya operasional Bumdes,” tutupnya.
Penulis : Mokhammad Fajar Pradipta
Editor : Mokhammad Fajar Pradipta
Fotografer : Karna Wijaya






