Departemen Kimia FMIPA Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menggelar Chemistry Advanced Studies Exploration (CASE) ke-9 dengan menghadirkan Prof. Hitoshi Mizuguchi, Ph.D. dari Tokushima University, Jepang. Acara ini berlangsung pada Hari Selasa, 19 Agustus 2025 di Ruang Multimedia Departemen Kimia dan diikuti mahasiswa pascasarjana program studi Kimia FMIPA UGM.
Dalam kuliah umum bertajuk “Analysis of Airborne Microplastics by Pyrolysis-Gas Chromatography/Mass Spectrometry (Py-GC/MS)”, Prof. Mizuguchi membahas teknik analisis mikroplastik di udara serta relevansinya dalam memahami dampak polusi mikroplastik terhadap kesehatan dan lingkungan.
Koordinator acara CASE #9, Salman Amir, S.Si., menekankan urgensi topik yang diangkat dalam kegiatan ini. “Isu mikroplastik di udara semakin menjadi perhatian global. Melalui CASE #9, mahasiswa diajak memahami bagaimana teknik Py-GC/MS dapat digunakan untuk mengidentifikasi mikroplastik sekaligus melihat dampaknya bagi kesehatan manusia dan ekosistem,” ujarnya.
Salman menambahkan, kegiatan ini memberikan pemahaman mendalam tentang prinsip kerja Py-GC/MS, tantangan teknis dalam deteksi mikroplastik, serta strategi optimasi analisis. Lebih dari sekadar berbagi ilmu, ia juga menegaskan pentingnya kesinambungan CASE sebagai ruang kolaborasi internasional. “Kami berharap CASE dapat menjadi wadah konsisten yang menghadirkan narasumber internasional, membuka wawasan baru, dan membangun jejaring akademik lintas negara. Dari sini, semangat riset multidisiplin mahasiswa UGM bisa semakin tumbuh,” pungkasnya.
Kegiatan CASE merupakan program rutin KMPK FMIPA UGM yang menghadirkan pakar kimia dari dalam dan luar negeri, dengan tujuan memperluas wawasan mahasiswa terhadap isu-isu ilmiah global. Oleh karena itu, kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan), dan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) yang mendorong aksi nyata menghadapi dampak perubahan iklim.
Penulis : Inna Mutifah
Editor : Mokhammad Fajar Pradipta
Fotografer : Annisa Zalfa Al Ikhwan dan Maria Lilita Guterres






